Thursday, 13 June 2013

Ketika Pesepak Bola Muslim Menolak Israel

Ketika Pesepak Bola Muslim Menolak Israel

REPUBLIKA.CO.ID, Sudah 65 tahun berlalu

sejak perang antara
Israel menghadapi koalisi sejumlah negara
Arab pecah pada 15 Mei
1948 di semenanjung Sinai. Walaupun
perang telah lama berhenti
dan beberapa negara Arab yang awalnya
memerangi Israel kini
telah mundur, korban jiwa terus berjatuhan
hingga kini. Palestina
yang wilayahnya terus berkurang karena
dicaplok Israel menjadi
korban.

Saking lamanya masalah kemanusiaan ini
tak terselesaikan, warga
dunia seolah menjadi terbiasa menyaksikan
kekejaman Israel.
Hingga, pada 10 November 2012 terjadi
sebuah peristiwa tragis.
Tentara Israel mengebom stadion olahraga
di Gaza.

Empat anak
muda yang tengah bermain bola menjadi
korban. Kakak beradik
Mohamed Harara (16 tahun) dan Ahmed
Harara (17), Matar
Rahman (18), serta Ahmed Al Dirdissawi
(18) meregang nyawa
dan akhirnya kembali ke Sang Pencipta.
Frederic Kanoute dan sejumlah pesepak
bola Muslim lainnya
terusik. Apalagi, sebelumnya mereka
mendapatkan informasi
bahwa dua pesepak bola dari klub Al Amari,
Omar Rowis (23) dan
Mohammed Nemer (22), ditahan militer
Israel tanpa pengadilan.
“Tidak bisa diterima anak-anak dibunuh saat
mereka bermain
sepak bola. Israel menjadi tuan rumah Piala
Eropa U-21. Dalam hal
ini, penunjukan ini bisa dilihat sebagai
hadiah atas tindakan Israel
yang sama sekali bertentangan dengan nilai-
nilai keolahragaan,”
tulis pernyataan yang diterbitkan di
kanoute.com tahun lalu.
Selain melontarkan kecaman, pernyataan
ini meminta agar warga
Palestina mendapatkan kesamaan hak
sebagai manusia. Di
bawahnya, tertulis sejumlah nama pesepak
bola terkenal, di
antaranya, gelandang Chelsea Eden Hazard.
Belakangan, Hazard
membantah ikut menandatangani petisi ini.
Bukan hanya itu perlakuan semena-mena
Israel terhadap pesepak
bola. Pada Juli 2009, pesepak bola
profesional Palestina Mahmoud
Sarsak dibui oleh Pemerintah Israel karena
dituduh terlibat aktif
dalam gerakan jihad Islam Palestina. Saat
itu, Sarsak diamankan
dalam perjalanan menuju klub barunya
Balata Youth di utara Tepi
Barat.
Sarsak dipenjara selama tiga tahun tanpa
tuduhan jelas. Israel
enam kali melakukan perpanjangan
penahanan. Sarsak hilang
kesabaran dan menggelar aksi mogok
makan mulai 19 Maret 2012.
Aksinya mengundang simpati sejumlah
tokoh dunia, termasuk
Presiden FIFA Sepp Blatter. Sarsak akhirnya
dibebaskan pada 12 Juli
2012 setelah tiga bulan mogok makan.
Sarsak lebih beruntung
dibandingkan Zakaria Issa, seorang pesepak
bola Palestina yang
delapan tahun dipenjara sebelum
meninggal karena kanker tahun
lalu.
Sarsak menjadi salah satu motor gerakan
menolak
penyelenggaraan Piala Eropa U-21 di israel.

"Dengan memberikan
dukungan untuk Piala Eropa U-21 yang akan
diselenggarakan di
Israel, UEFA sedang memperbaharui
diskriminasi ras dan
menyetujui apa yang mereka lakukan
terhadap Palestina," kata
Sarsak dalam sebuah wawancara seperti
diterbitkan Reuters, akhir
pekan lalu.
..

Friday, 24 May 2013

Cara Membuat Aplikasi AndRoid Sendiri

Apa itu Android? menurut saya sih hampir semua tahu, tapi jika belum tau apa itu Android silahkan sobat mencari di Google. Lalu bagai mana *Cara Membuat Aplikasi Android Sendiri*?? sebenarnya jika ingin"Membuat Aplikasi Android Sendirii" sobat harus bisa dan memahami bahasa pemrograman, tapi bahasa pemrograman ini sangat ruwet saya juga tidak bisa, tapi jangan kawatir, sekarang ada jalan pintas untuk *Cara Membuat Aplikasi Android Sendiri*. Berikut langkah-langkah Cara Membuat Aplikasi Android Sendiri :

1. Kunjungi situs http://www.android3apps.com
2. Klik tombol GET STARTED.
3. Lalu pilih sendiri aplikasi yang ingin anda buat.

4. Ikuti langkah-langkah selanjutnya termasuk mengisi email, yang nantinya untuk mengirim aplikasi yang sudah jadi.
5. Lalu anda tinggal menunggu beberapa hari agar aplikasi diapprove, jika aplikasi yang sobat buat tidak melanggar peraturan, maka aplikasi akan cepat dikirim.

Sekian dulu tentang *Cara Membuat Aplikasi Android Sendiri*, semoga bisa bermanfaat untuk anda semua.*Setelah baca jangan lupa di Klik Iklan nya yah ..makasih*

Sejarah Klub Ac Milan (I Rossoneri)

Nama   Lengkap                             

Associazione Calcio Milan  1899 Sp

Julukan
Rossoneri (Merah-Hitam)
Il Diavolo Rosso (Setan Merah)
Il Casciavit

Didirikan
16 Desember 1899

Stadion
San Siro, Milan, Italia
(Kapasitas: 82.955)

Pemilik
Silvio Berlusconi

Presiden
Mengalami kelowongan (Pelaksana harian diserahkan kepada Adriano Galliani

Manajer
Massimiliano Allegri

Liga
Seri A


Awal masa terbentuk
“Saremo una squadra di diavoli. I nostri colori saranno il rosso come il fuoco e il nero come la paura che incuteremo agli avversari!

—Herbert Kilpin

Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari SwissInggris dalam skuad inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.
                              Pemain legenda

AC Milan di akhir 80-an.
Alessandro Costacurta,
Giovanni Stroppa,
Roberto Donadoni,
Franco Baresi,
Angelo Carbone.
Mauro Tassoti,
Paolo Maldini,
Frank Rijkaard,
Ruud Gullit,
Marco van Basten,
Andrea Pazzagli

  Daftar Pemain terkenal yang pernah dan masih bermain di MilanDemetrio Albertini
Massimo Ambrosini
Carlo Ancelotti
Roberto Baggio
Franco Baresi
Alessandro Costacurta
Renzo De Vecchi
Paolo Di Canio
Roberto Donadoni
Gennaro Gattuso
Filippo Inzaghi
Gianluigi Lentini
Giuseppe Pancaro
Cesare Maldini
Paolo Maldini
Mauro Tassotti
Alessandro Nesta
Andrea Pirlo
Gianni Rivera
Sandro Salvadore
Angelo Sormani
Giovanni Trapattoni
Massimo Oddo
Gianluca Zambrotta
Alberto Gilardino
José Altafini
Kaká
Kurt Hamrin
Ronaldinho
Ronaldo
Rivaldo
Serginho
CafuLeonardo
Alexandre Pato
Edgar Davids
Klaas-Jan Huntelaar
Clarence Seedorf
Marco van Basten
Frank Rijkaard
Ruud Gullit
Gunnar Gren
Nils Liedholm
Gunnar Nordahl
Herbert Kilpin
David Beckham
Ray Wilkins
Marcel Desailly
Jean-Pierre Papin
Mathieu Flamini
Yoann Gourcuff
Oliver Bierhoff
Karl Heinz Schnellinger
Roberto Ayala
Hernán Crespo
Jon Dahl Tomasson
Martin Laursen
Zvonimir Boban
Umit Davala
José Mari
Rui Costa
Dejan Savićević
Juan Alberto Schiaffino
Andriy Shevchenko
George Weah

                  Nomor yang dipensiunkan / diabadikan di Milan
No.
Nama Pemain
Posisi
Karir di Milan
Catatan

3
Paolo Maldini
Bek Tengah
1985 - 2009
Diaktifkan kembali untuk anak Paolo, Christian Maldini, bila sudah masuk tim inti Milan

6
Franco Baresi
sweeper
1977 - 1997

Peraih Ballon d'Or
Gianni Rivera - 1969
Ruud Gullit - 1987
Marco Van Basten - 1988, 1989, 1992
George Weah - 1995
Andriy Shevchenko - 2004
Kaká - 2007
Pelatih terkenal
Herbert Kilpin
Salah satu pendiri AC Milan sekaligus pelatih pertama Milan.
Carlo Ancelotti
Sumbangsihnya terhadap Milan adalah menyumbang 2 trofi Seri A dan 2 trofi Liga Champions sebagai pemain, serta 2 trofi Liga Champions dan 1 trofi Seri A sebagai pelatih.
Cesare Maldini
Sebagai pemain dia menyumbang 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Arrigo Sacchi
Pelatih yang membawa Milan mendapat predikat "The Dream Team", memenangkan 1 trofi Seri A, dan 2 trofi Liga Champions berturut-turut.
Fabio Capello
Suksesor dari Sacchi, di tangannya, Milan menjadi semakin gemilang. Menyumbangkan 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Vittorio Pozzo
Pelatih legendaris Italia, meski di masanya Milan tidak terlalu bersinar, Ia membuktikan diri bahwa dirinya adalah pelatih jenius dengan menemukan formasi Metodo (2-3-2-3), formasi yang menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan.
Nils Liedholm
Melatih Milan selama 3 generasi (1963-1966, 1977-1979, dan 1984-1987), Liedholm menyumbangkan 4 trofi Seri A.
Leonardo de Araújo
Pelatih Milan pertama yang berasal dari Brazil.
PPrestasi

Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, dengan total raihan gelar juara lebih dari 29 tropi dan menjadi terbanyak kedua setelah Juventus (40 tropi domestik)]. Milan juga menjadi salah satu klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors, dengan rekor 14 trofi Eropa dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Seri A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA di seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions
Kejuaraan Nasional

Seri A

    Juara -17

1901; 1906; 1907; 1950-51; 1954-55; 1956-57; 1958-59; 1961-62; 1967-68; 1978-79; 1987-88; 1991-92; 1992-93; 1993-94; 1995-96; 1998-99; 2003-2004

           Runner-up

(14): 1902; 1947-48; 1949-50; 1951-52, 1955-56, 1960-61; 1964-65; 1968-69; 1970-71; 1971-72; 1972-1973; 1989-90; 1990-91; 2004-05

Seri B

       Juara - 2

1980–81; 1982–83
Copa Italia:

·         Juara(5):

1966–67; 1971–72; 1972–73; 1976–77; 2002-03

·         Runner-up(7):

1941–42; 1967–68; 1970–71; 1974–75; 1984–85; 1989-90; 1997-98
Piala Super Italia:

·         Juara(5):

1988; 1992; 1993; 1994; 2004

·         Runner-up(3):

1996; 1999; 2003
Kejuaraan Eropa
UEFA Champions League Trophy Piala/Liga Champions:

·         Juara (7):

1962-63; 1968-69; 1988-89; 1989-90; 1993-94; 2002-03; 2006-07

·         Runner-up (4):

1957-58; 1992-93; 1994-95; 2004-05
UEFA Super Cup Trophy Piala Super Eropa:

·         Juara (5):

1989; 1990; 1994; 2003; 2007

·         Runner-up (2):

1973; 1993
Piala Winners:

·         Juara (2):

1967–68; 1972–73

·         Runner-up

(1): 1973–74
Kejuaraan Dunia
Piala Interkontinental / Piala Dunia Antarklub FIFA:

·         Juara (4):

1969; 1989; 1990; 2007

·         Runner-up (4):

1963; 1993; 1994; 2003
Kejuaraan lainnya
Piala Latin (Piala yang paling penting bagi klub-klub Eropa pada tahun 40-an dan 50-an. Diselenggarakan sejak 1949 hingga 1957 antara juara-juara Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol. Kejuaraan ini menghilang setelah dimulainya Piala Champions.):

·         Juara (3):

1951; 1956

·         Runner-up (1):

1953
Piala Mitropa:

·         Juara (1):

1981-82
Piala Kejuaraan Dubai

·         Juara (1):

2009
Trofeo Santiago Bernabéu

·         Juara (2):

1988, 1990

·         Runner-up (1):

1999
Trofeo Luigi Berlusconi

·         Juara (11):

1992, 1993, 1994, 1996, 1997, 2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009
Daftar pelatih AC Milan

Berikut ini adalah daftar pelatih Milan sepanjang sejarah.
Nama
Negara
Tahun

Herbert Kilpin

1900–1908

Daniele Angeloni

1906–1907

Komisi Teknik

1907–1910

Giovanni Camperio

1910–1911

Komisi Teknik

1911–1914

Guido Moda

1915–1922

Ferdi Oppenheim

1922–1924

Vittorio Pozzo

1924–1926

Guido Moda

1926

Herbert Burgess

1926–1928

Engelbert König

1928–1931

József Bánás

1931–1933

József Viola

1933–1934

Adolfo Baloncieri

1934–1937

William Garbutt

1937

Hermann Felsner
József Bánás

1937–1938

József Viola

1938–1940

Guido Ara
Antonio Busini

1940–1941

Mario Magnozzi

1941–1943

Giuseppe Santagostino

1943–1945

Adolfo Baloncieri

1945–1946

Giuseppe Bigogno

1946–1949

Lajos Czeizler

1949–1952

Gunnar Gren

1952

Mario Sperone

1952–1953

Béla Guttmann

1953–1954

Antonio Busini

1954

Hector Puricelli

1954–1956

Giuseppe Viani

1957–1960

Paolo Todeschini

1960–1961

Nereo Rocco

1961–1963

Luis Carniglia

1963–1964

Nils Liedholm

1963–1966

Giovanni Cattozzo

1966

Arturo Silvestri

1966–1967

Nereo Rocco

1966–1972

Cesare Maldini

1973–1974

Giovanni Trapattoni

1974

Nama
Negara
Tahun

Gustavo Giagnoni

1974–1975

Nereo Rocco

1975

Paolo Barison

1975-1976

Giovanni Trapattoni

1976

Giuseppe Marchioro

1976–1977

Nereo Rocco

1977

Nils Liedholm

1977–1979

Massimo Giacomini

1979–1981

Italo Galbiati

1981

Luigi Radice

1981–1982

Italo Galbiati

1982

Francesco Zagatti

1982

Ilario Castagner

1982–1984

Italo Galbiati

1984

Nils Liedholm

1984–1987

Fabio Capello

1987

Arrigo Sacchi

1987–1991

Fabio Capello

1991–1996

Oscar Tabárez

1996

Giorgio Morini

1996–1997

Arrigo Sacchi

1997

Fabio Capello

1997–1998

Alberto Zaccheroni

1998–2001

Cesare Maldini
Mauro Tassotti

2001

Fatih Terim

2001

Carlo Ancelotti

2001–2009

Leonardo

2009—2010

Massimiliano Allegri

2010—



Daftar presiden AC Milan
Milan memiliki bayak presiden sejak didirikan, beberapa dari mereka juga adalah pemilik klub dan presiden yang diistimewakan. Inilah daftar lengkapnya.
Nama
Tahun

Alfred Edwards
1899–1909

Giannino Camperio
1909

Piero Pirelli
1909–1928

Luigi Ravasco
1928–1930

Mario Bernazzoli
1930–1933

Luigi Ravasco
1933–1935

Pietro Annoni
1935

Pietro Annoni
G. Lorenzini
Rino Valdameri
1935–1936

Emilio Colombo
1936–1939

Achille Invernizzi
1939–1940

Umberto Trabattoni
1940–1944

Antonio Busini
1944–1945

Umberto Trabattoni
1945–1954

Andrea Rizzoli
1954–1963

Felice Riva
1963–1965

Nama
Tahun

Federico Sordillo
1965–1966

Franco Carraro
1967–1971

Federico Sordillo
1971–1972

Albino Buticchi
1972–1975

Bruno Pardi
1975–1976

Vittorio Duina
1976–1977

Felice Colombo
1977–1980

Gaetano Morazzoni
1980–1982

Giuseppe Farina
1982–1986

Rosario Lo Verde
1986

Silvio Berlusconi
1986–2004

Komisi Presidensial
2004–2006

Silvio Berlusconi
2006–2008

Mengalami kelowongan[24]
2008-

Daftar kapten AC Milan

Massimo Ambrosini, kapten Milan saat iniHerbert Kilpin (1899-1907)
Gerolamo Radice (1908-1909)
Guido Moda (1909-1910)
Max Tobias (1910-1911)
Giuseppe Rizzi (1911-1913)
Louis Van Hege (1913-1915)
Marco Sala (1915-1916)
Aldo Cevenini (1916-1919)
Alessandro Scarioni (1919-1921)
Cesare Lovati (1921-1922)
Francesco Soldera (1922-1924)
Pietro Bronzini (1924-1926)
Gianangelo Barzan (1926-1927)
Abdon Sgarbi (1927-1929)
Alessandro Schienoni (1929-1930)
Mario Magnozzi (1930-1933)
Carlo Rigotti (1933-1934)
Giuseppe Bonizzoni (1934-1936)
Luigi Perversi (1936-1939)
Giuseppe Bonizzoni (1939-1940)
Bruno Arcari (1940-1941)Giuseppe Meazza (1941-1942)
Giuseppe Antonini (1942-1944)
Paolo Todeschini (1944-1945)
Giuseppe Antonini (1945-1949)
Andrea Bonomi (1949-1952)
Carlo Annovazzi (1952-1953)
Omero Tognon (1953-1954)
Gunnar Nordahl (1954-1956)
Nils Liedholm (1956-1961)
Francesco Zagatti (1961)
Cesare Maldini (1961-1966)
Gianni Rivera (1966-1975)
Romeo Benetti (1975-1976)
Gianni Rivera (1976-1979)
Albertino Bigon (1979-1980)
Aldo Maldera (1980-1981)
Fulvio Collovati (1981-1982)
Franco Baresi (1982-1997)
Paolo Maldini (1997-2009)
Massimo Ambrosini (2009- , tidak tetap)

Warna dan lambang Milan

Warna seragam kebanggaan Milan adalah merah-hitam,atau dalam bahasa Italia: Rossoneri, namun anehnya, di ajang final suatu kompetisi yang tidak memakai format kandang-tandang (contoh:Liga Champions) , Milan selalu memakai warna seragam putih. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan untuk Milan. Dengan enam kali menang dari delapan laga final Liga Champions berseragam putih (hanya kalah melawan Ajax pada 1995 dan Liverpool pada 2005) membuat tradisi ini semakin kukuh dipertahankan. Selain kedua seragam Milan (merah-hitam dan putih), Milan memiliki seragam ketiga (third kit) berwarna hitam dengan sentuhan garis merah di beberapa bagian. Namun, seragam ketiga ini sangat jarang digunakan.

Untuk "beberapa tahun" belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (flag of Milan), yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang Milan, yang aslinya adalah bendera dari Saint Ambrose. Panggilan Milan yang lainnya, Il Diavolo Rosso (setan merah) berasal dari lambang bintang yang dikenakan Milan di atas lambang klubnya. Bintang tersebut dikenakan Milan pada 1979 karena Milan sudah memenangkan lebih dari sepuluh gelar lokal (scudetto Seri A). Saat ini, lambang klub Milan adalah untuk dipersembahkan kepada bendera Comune di Milano, dengan singkatan ACM di atas dan tahun berdirinya 1899 di bawah.
Rekor statistik Milan

Paolo Maldini sampai sekarang mencetak rekor untuk total penampilan di Seri A untuk Milan dengan total ± 1000 penampilan, dan 600 diantaranya diperoleh dari Seri A (14 Mei 2007, tidak termasuk pertandingan playoff). Selanjutnya ia dikenal sebagai pemain paling sering tampil di Seri A sepanjang masa.

Topskor Milan sepanjang sejarah dipegang oleh Gunnar Nordahl, yang mencetak 254 gol dalam 268 permainan. Andriy Shevchenko berada di urutan kedua dengan 243 gol dalam 298 permainan, dan pencetak gol tertinggi di skuad Milan saat ini adalah Filippo Inzaghi, dengan 101 gol dalam 220 permainan.

Milan memiliki rekor yang unik namun impresif, yaitu saat mengikuti musim 1991/1992. Milan tidak pernah kalah dalam musim tersebut. Totalnya, Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan, dimulai dengan seri 0-0 melawan Parma saat 26 Mei 1991 dan secara ironis diakhiri dengan kekalahan kandang 1-0 dengan Parma juga, 21 Maret1993. Rekor tidak terkalahkan ini merupakan rekor terpanjang ketiga di sepak bola Eropa, di bawah Steaua Bucharest dengan 104 pertandingan tanpa kekalahan dan Celtic dengan 68 pertandingan tanpa kekalahan.

Pada 2007, Milan bersama dengan Boca Juniors dari Argentina menyandang gelar klub dengan gelar internasional terbanyak versi FIFA. Kerena status ini, Milan sempat merajai peringkat klub sepak bola terhebat dunia pada kisaran 2007.

Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro, karena berada di distrik San Siro. Stadion ini digunakan bersama dengan Internazionale, klub lain di Milan. Stadion ini dipakai ketika Seri A melaksanakan partai antara klub kota Milan, Derby della Madonnina (Ibu segala derby). Nama ini diberikan untuk penghormatan kepada patung bunda Maria yang berada di Milan (sering disebut Madonnina atau ibu), serta karena rivalitas keduanya yang sangat sengit karena keduanya sama-sama tim jajaran atas terhebat di Italia, atmosfer pertandingannya melebihi pertandigan derby manapun. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza, merupakan seorang pemain bintang bagi Inter (meski dia pernah membela Milan selama satu musim). Tetapi, di masa mendatang, ada wacana untuk memindahkan homebase Milan ke stadion baru, seperti yang diungkapkan wakil presiden Adriano Galliani pada tahun 2006.
Himne Milan

AC Milan juga mempunyai himne yang biasa dinyanyikan pendukungnya saat Milan bertanding, berjudul "Milan, Milan!",diciptakan oleh Tony Renis pembuat lagu asal Italia Lirik lagu itu adalah:
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi
Sopra un campo verde sotto un cielo blu
Conquistate voi una stella in piã
A brillar per noi
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Oh... Una grande squadra
Sempre in festa olã¨
Oh...
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Con il milan nel cuore
Nel profondo dell'anima
Un vero amico sei
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre con te
Oh...
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Kami berjalan di samping pahlawan kita
Di lapangan hijau, di bawah langit biru
Anda memenangkan bintang utama
Bersinar untuk kita
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Oh... Sebuah tim besar
Juga dalam perayaan
Oh...
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Dengan AC Milan di hati
Di kedalaman jiwa
Seorang sahabat sejati Anda
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu bersama Anda
Oh...

Untuk lebihjelas coba anda kunjungi web ini: .

http://id.wikipedia.org/wiki/A.C._Milan

!Terima kasih utuk http://id.wikipedia.org/wiki/A.C._Milan